Malam tadi
Monday, November 27th, 2006Malam tadi adalah malam yang nggak akan pernah gw lupain. Malam dimana gw menghancurkan lebih banyak barang dari sebelumya, malam dimana gw mengeluarkan teriakan yang lebih banyak dari sebelumnya, malam yang ngebuat gw ampir gila, dan malam yang membuat gw emosi nggak terkira.
Malam tadi juga adalah malam dimana gw ngerasa gagal karena nggak bisa memenuhi tugas yang seharusnya gw kerjain. Gw ngerasa jadi pecundang diantara semuanya, gw ngerasa jadi orang yang paling nggak guna, gw ngerasa jadi orang yang paling nggak mo berusaha, dan gw ngerasa jadi orang yang paling menghambat perkembangan yang lain.
Mungkin malam tadi adalah malam peingatan buat gw supaya bisa mengatur watu antara bermain dan mengerjakan tugas, dan juga malam penyadaran buat gw karena ternyata gw nggak bisa nahan emosi. Dan tadi malam adalah emosi terbesar yang udah gw keluarin sepanjang gw kuliah.
Malam tadi juga malam dimana gw menyadari bahwa betapa mudahnya orang terpengaruh dengan orang lain dan betapa mudahnya seseorang mengucapkan maaf hanya karena orang yang dikaguminya memerintahkannya untuk berkata maaf.
Malam tadi juga membuat gw semakin menyadari bahwa sangat mudah untuk berkata maaf tapi sangat sulit untuk menyembuhkan luka dengan kata maaf.
Haruskah semua ini terulang kembali?
Haruskah gw pergi untuk melupakan semua ini?
Haruskah gw melupakannya?
Yang gw inginkan saat ini adalah pergi jauh dan menenangkan diri. Ingin rasanya gw melupakan semua itu, tapi otak bawah sadar gw akan mengingat semuanya, dan akan terus diingat sampai kapanpun juga.
Haruskah gw kembali bertarung dengan diri gw sendiri?
Yang harus gw persiapkan saat ini adalah kekuatan dalam menghadapi semua ini. Semoga gw bisa bertahan…